Mengenal makanan tradisional, Lemang

adminresep Thu, 02/14/2013 - 15:57 0  Komentar
adminresep's picture
nasi lemang

Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras dicampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang.
Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat. Cara mengonsumsi lemang berbeda-beda dari daerah ke daerah. Ada yang senang menikmatinya dengan cara manis (ditambah selai, kinca, serikaya) atau dengan cara asin (rendang, telur, dan lauk-pauk lainnya), atau ada juga yang memakannya dengan buah-buahan seperti durian.

Di beberapa suku, nasi Lemang dijadikan sajian upacara/pesta adat. Misalnya, oleh masyarakat Dayak Wehea dalam merayakan Lom Plai. Lom Plai adalah sebuah pesta adat pasca panen untuk bersyukur atas panenan mereka yang berlimpah dalam satu tahun. Dengan upacara adat ini, diharapkan seluruh warga suku Dayak Wehea akan memperoleh keselamatan sepanjang satu tahun ke depan, dan hasil panen tahun depan juga akan berlimpah seperti tahun sebelumnya. Pesta adat juga diyakini dapat menghindarkan tanaman warga dari serangan berbagai macam penyakit dan hama tanaman.

Dalam pesta ini disediakan nasi lemang. Selain nasi lemang, mereka juga membakar ikan dan daging. Suku Dayak Wehea laki-laki akan menyiapkan kostum yang dipakai saat upacara adat Lom Plai, yaitu pakaian yang terbuat dari daun-daunan pisang. Tarian yang akan ditarikan namanya Hudong. (sumber).
Bagi suku Melayu, lemang biasa disantap saat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Orang Minangkabau juga menyukai lemang, bahkan kota seperti Tebing Tinggi dikenal dengan julukan "Kota Lemang".  Lemang juga merupakan makanan orang asli Negrito yang ada di Kelantan,  dan suku Semai. (wikipedia).
 
Cara memasak Lemang

Bahan baku memasak lemang berupa bambu yang sudah dipotong dengan satu ruas, bersihkan bagian dalamnya sehingga bersih dari serbuk bambu. Beras ketan yang direndam selam lima sampai enam jam dengan menggunakan air bersih, setelah beras direndam, kemudian dikeringkan hingga airnya terkuras habis.

Setelah itu, masukkan beras kedalam potongan bambu. Lebih bagus kalau dilapisi daun pisang, ini akan menambah aroma daun yang sedap. Masukkan santan dengan campuran garam secukupnya

Setelah itu, ruas-ruas batang bambu yang sudah diisi bahan mentah Lemang di tempatkan di atas perapian, bisa juga tungku khusus, Pembakaran dilakukan dengan api sedang sekitar dua sampai dua setengah jam. Selama membakar, jangan lupa membalik-mbalik supaya matang merata.

Setelah matang, diamkan agar mendingin. Bisa dipotong-potong
sumber gambar:
http://keluarga82.wordpress.com/2011/02/24/resepi-lemang-2/
http://bisnisukm.com/lemang-jajanan-favorit-bulan-ramadhan.html

 

Jenis Artikel: 

Silakan berkomentar di website ini. Komentar hendaklah berhubungan dengan isi tulisan, komentar yang tidak sesuai akan dihapus. Berkomentarlah dengan baik dan sopan.